Lonjakan Kinerja Pangan Nasional, DPR Apresiasi Lajunya Reformasi Pertanian

RAPAT kerja Komisi IV DPR RI serempak menyampaikan apresiasi terhadap lonjakan kinerja sektor pangan nasional di bawah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gedung DPR RI, Senin (24/11/2025).

Lonjakan Kinerja Pangan Nasional, DPR Apresiasi Lajunya Reformasi Pertanian

JALURINFOSULSEL.ID—DPR menilai reformasi pertanian melaju cepat. Rapat Kerja bahas swasembada, kenaikan NTP, dan tantangan pangan nasional di bawah Kementan.

Lonjakan kinerja sektor pangan nasional kembali menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI, Senin (24/11/2025). 

Hampir seluruh fraksi menyampaikan apresiasi atas percepatan reformasi yang berlangsung di bawah komando Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dengan penilaian bahwa perubahan terjadi tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga pada tata kelola dan kesejahteraan petani.

Dari ketersediaan stok hingga ketepatan respons terhadap persoalan di lapangan, para legislator menilai ada pola kerja baru yang lebih agresif dan terukur.

Endang Setyawati Thohari dari Fraksi Gerindra bahkan menyebut perubahan ini sebagai salah satu yang paling signifikan dalam tiga dekade terakhir. 

Ia menilai Kementan membutuhkan grand strategy jangka panjang agar capaian tidak hilang di setiap pergantian pimpinan, termasuk penguatan lembaga penyuluhan dan keberlanjutan pengembangan komoditas strategis seperti sorgum.

Dari Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri menyoroti capaian swasembada beras dengan produksi 34,77 juta ton—angka yang menjadi penopang stabilitas pangan nasional. 

Ia turut menekankan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dari 111 menjadi 124,3 serta proyeksi realisasi anggaran yang mencapai 93,8 persen, sebagai bukti disiplin kinerja.