Ruang Inklusif bagi Semua
Ketua Dekranasda Sulsel, Naoemi Octarina, menambahkan bahwa expo tahun ini juga mengusung misi sosial. Salah satunya dengan menghadirkan anak-anak berkebutuhan khusus di panggung peragaan untuk menunjukkan bahwa ruang kreativitas bersifat inklusif.
“Pembangunan ekonomi kreatif tidak boleh meninggalkan siapa pun,” ujarnya.
Daerah Menunjukkan Daya Saing
Ketua Panitia Expo Kreatif Andalan 2025, Sukarniaty Kondolele, menjelaskan bahwa expo yang berlangsung 19–23 November ini merupakan panggung bagi kabupaten/kota memamerkan potensi kriya dan wastra masing-masing. Tujuannya adalah membuka peluang agar produk unggulan lokal mampu bersaing di pasar global, sekaligus memperkuat sinergi antara Dekranasda provinsi, pemerintah daerah, dan perajin.
“Expo menjadi panggung bagi perajin terampil menampilkan karya yang eksotik, adaptif, dan mengikuti tren,” kata Sukarniaty.
Gelaran ini juga menghadirkan talkshow bersama desainer nasional Vinto Bustam Efendi, Bank Indonesia, dan Kemenkumham dengan topik mulai dari digitalisasi UMKM, pembiayaan, ekspor, hingga perlindungan Hak Kekayaan Intelektual.***

Komentar
Belum ada komentar pada video ini.
Jadilah orang pertama yang memberikan komentar.
Masukkan Komentar Anda