FAO Yakin Indonesia Punya Potensi Jadi Pemimpin Produk Pangan Global

COURTESY visit Alue Dohong, Asisten Direktur Jenderal/Perwakilan Regional FAO untuk Asia dan Pasifik Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Kamis 22 Mei 2025. [dok.kementan]

FAO Yakin Indonesia Punya Potensi Jadi Pemimpin Produk Pangan Global

“Saya kira arah kebijakan Bapak Menteri, dan juga Bapak Presiden, sudah sangat tepat. Ke depan, saya ingin memastikan kerja sama erat antara Kementerian Pertanian dan FAO Asia Pasifik terus diperkuat,” tambahnya.

Diberbagai kesempatan Mentan Amran juga mengatakan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor guna memperkuat ketahanan pangan nasional mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga pelaku usaha petani hingga semua stakeholder harus dilakukan untuk percepatan produksi pangan. 

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini bersinergi dengan bulog yakni melakukan penguatan cadangan beras nasional. 

“Dengan sinergi dan kolaborasi  yang kuat antara pemerintah, Bulog, dan petani, kami optimistis target 4 juta ton cadangan beras segera tercapai. Ini menunjukkan bahwa Indonesia kian kokoh dalam menjaga ketahanan pangan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat, produksi beras nasional pada semester pertama 2025 diproyeksikan mencapai 18,76 juta ton, meningkat 11,17 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. 

Kenaikan produksi ini tidak lepas dari keberhasilan program pemerintah dalam memperluas lahan tanam, menyediakan subsidi pupuk berkualitas dengan harga terjangkau, dan mendistribusikan alat mesin pertanian (alsintan) secara masif.

"Arahan dan kebijakan Presiden Prabowo sangat berpihak kepada petani, mulai dari kebijakan pupuk hingga penetapan harga gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Ini tentu sangat menguntungkan petani dan menjadi dorongan semangat bagi mereka untuk terus menanam padi. Strategi kebijakan ini terbukti mampu meningkatkan motivasi dan produktivitas petani di seluruh Indonesia," tutup Mentan Amran.